Sunday, March 16, 2008

Senandung Lebaran | Aishah

Berbaju kebaya berselindang panjang
Berseri di muka di hari lebaran
Aduhai manis sungguh dipandang
Tambahlah berseri hari raya

Pemuda yang tampan tak kurang hebatnya
Layaknya pahlawan gerak dan langkahnya
Bersongkok mereng tersenyum mesra
Sekali pandang hati berkenan

( korus )
Joget berjoget
Kita sama bergembira
Abang dan adik
Janganlah lupa batasannya

( 4 )
Sila adik abang jamulah selera
Lemang serta rendang tersedia
Wajik dan ketupat dodol juga ada
Pilih mana yang abang suka

Di hari mulia hari bahagia
Mari bermaafan bersamalah kita
Kepada yang tua jangan lupa
Doakan syukur dan ceriannya

( ulang korus & 4 )

( 6 )
Marilah berjoget senandung lebaran
Sila abang adik janganlah segan
Setahun sekali kita bergembira
Riang hati di hari raya

( ulang 6 )

Friday, March 14, 2008

Selanjur Bercinta | Aishah

Masih tiada ikatan
Walau telah lama berpasangan
Hanya bahasa meyakinkan
Hubungan kita

Dengan suara yang syahdu
Dapat kau lukis hatiku
Keindahan mimpi-mimpimu

Apakan benar cinta berbunga
Harum di dalam jambangan jiwa
Sehingga ku asyik terlena
Olehnya...

Rindu berlarutan
Mimpi berpanjangan
Namun belum ada kenyataan
Mahligai masih lagi
Terapung di awangan
Dalam madah
Seloka cinta

Berapa lama lagi
Perlu aku nanti
Rindu ini mencecah ke bumi
Segala janji kan menjadi nyata
Dan bertapak mahligai bahagia

Bukan aku memaksa
Tapi selanjur bercinta
Biar sampai berumahtangga...

Biar kita beralas adat
Demi menjaga bangsa berdaulat
Agar kita dapat syafa'at
Di akhirat

Tuesday, March 11, 2008

Sebelum Terlanjur | Aishah

Puas aku menasihati
Namun tiada kau peduli
Ku memikirkan kedudukan
Yang menjadi

Sering aku menjadi bebanan

Mungkin itu menjadi
Ingin mencari kesilapanku

Di matamu kusering bersalah
Meskipun sikapku ini benar
Perkara kecil kecil ingin kau besarkan
Akhirnya aku engkau biarkan sendiri

Sebelum kita terlanjur sayang
Didalam membuat keputusan
Ku yakin masih berkesempatan
Untuk kau kembali dan bercinta lagi

Monday, March 10, 2008

Rela | Aishah

Andai kau tidak terburu
Memberi kata putus meninggalkan diriku
Pasti tidakkan begini
Berakhirnya cinta kukuh di hati

Terpisah jauh ku masih sayangi
Sesungguhnya ia kan terjadi
Air mata yang kau titis
Tak bisa merubah takdir tertulis

Sapu sayangku
Pipimu yang basah itu
Aku usah dirindui
Dirimu kini milik kasihmu
Segala yang berlaku relakan ia berlalu
Tak mungkin bertemu
Titik kasih yang dahulu

Aku rela terima apa terjadi
Walau di dalam hati
Ku menginginkan kau kembali
Andaikan dulu
Engkau menuggu
Ku yakin tidak begini
Akhirnya kasih

Thursday, March 06, 2008

Pulanglah | Aishah

( ...Sayang
Di hari yang mulia ini
Ku pohon keampunan
Hanya satu yang ku pinta
Pulanglah... )

Termenung ku sendiri
Memendam rindu tidak menentu
Kasih suci murni yang kita bina
Hapus hancur oleh kata fitnah

Di pagi hari raya
Hati sayu mengenang dirimu
Mudahnya kau menggantikan diriku
Seolah cintaku tak berharga

( korus )
Apakah suratan
Aidilfitri satu titik akhir
Sekian lama bercinta
Kau tiada di hari mulia

Keampunan ku pohon
Sekiranya aku yang berdosa
Pulanglah ku merindui mu sayang
Ku menanti dengan hati rela ( jiwa raga )

( ulang dari korus )

Pulanglah kepangkuan ku oh... sayang
Ku menunggu mu di hari raya

Tuesday, March 04, 2008

Panggilan Rindu | Aishah

Kenapa
Mataku tak terpejam
Walau pun malam telah berakhir

Menunggu
Panggilan rindumu
Merdu suaramu
Menikam kalbu

Sampai bila
Aku harus menanti
Dalam rindu yang dalam
Tak bertepi

Adakah titik cahaya
Di hati
Menerangi jalan
Hidupku nanti

Waktu pun
Telah berlalu
Aku tiba
Ke penghujung hidupku

Namun duka yang
Ku tanggung ini
Masih juga
Ia di situ

Monday, March 03, 2008

Merenung Bulan | Aishah

Terleka aku melihat kemesraan
Mereka berpasang-pasangan
Bersenda keriangan
Bertanya aku pada diri sendiri
Mengapa kutersisih
Diulit mimpi sedih

Haruskah aku membandingkan
Nasib diri dan tuah orang
Haruskah aku melupakan
Segala kurniaan

Entah mengapa mataku ini
Halaman orang nampak berseri
Laman sendiri berwarna warni
Tak bererti
Terlalu asyik memandang bintang
Merenung bulan tinggi di awan
Bumi dipijak
Rumput yang hijau kulupakan

Entah mengapa sering terlupa
Rahmat yang tiba berbeza-beza
Untuk semua kurniaan Nya tak terhinggga
Janganlah asyik memandang bintang
Merenung bulan tinggi di awan
Bumi dipijak rumput yang hijau
Dilupakan